Hubungan Indonesia – Arab Saudi: Kini dan Mendatang

PPMIARABSAUDI.PPI.ID, MADINAH – Kamis (1/10), PPMI Arab Saudi bersama KBRI Riyadh mengadakan seminar Hari Nasional Kerajaan Arab Saudi ke-90, dengan tema “Hubungan Indonesia – Arab Saudi: Kini dan Mendatang”. Seminar dimulai pada pukul 10.30 WAS dan diawali dengan sambutan dari perwakilan PPMI Arab Saudi, Saudara Muhammad Ridho Sastrawijaya, dan perwakilan KBRI, Bapak Muhammad Sahrul Murrajab. Setelahnya dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan langsung masuk diskusi Panel 1, yaitu bidang Hukum, Pertahanan, dan Kepolisian.

Pak Rinaldi Umar (Atase Hukum) menjadi pembicara pertama dengan materi Kerja Sama Hukum Indonesia – Arab Saudi. Beliau menjelaskan tentang isu-isu dan permasalahan hukum di Arab Saudi, seperti hukuman mati, proses hukum/keadilan, dan ketenagakerjaan. Pembicara kedua dilanjutkan oleh Kolonel Sus Hendra Gunawan (Atase Udara), yang membahas tentang Kerja Sama Militer dan Pertahanan Indonesia – Arab Saudi, dimulai dari sejarah, tugas pokok dan program kerja Atase Pertahanan, hingga kendala yang dialami Athan dalam menjalankan tugasnya di Arab Saudi, seperti perbedaan prosedur dan birokrasi, juga kemampuan produksi dan harga. Pembicara terakhir disesi pertama adalah Kombes Pol M. Fahrurrozi Abdul Usman (Atase Kepolisian), yang mengangkat Peran Atase Kepolisian Indonesia di Arab Saudi, meliputi kerja sama dan penanggulangan kejahatan internasional dengan aparat di Arab Saudi, melaksanakan pelayanan dan perlindungan terhadap WNI di Arab Saudi, serta sebagai perwira penghubung POLRI dengan Kepolisian Arab Saudi.

Panel 1 berakhir dengan dimulainya sholat dzuhur berjamaah dan makan siang bersama. Setelah istirahat selama kurang lebih satu jam, Panel 2 pun berlangsung. Ekonomi, Pedagangan, dan Ketenagakerjaan menjadi sektor pembahasan di sesi ini. Meningkatkan Hubungan Dagang Indonesia ke Arab Saudi dengan Promosi Perdagangan, Wisata, dan Investasi adalah materi yang disampaikan oleh Pak Djoko Sulastomo (P.F Ekonomi). Beliau memaparkan tentang pertemuan yang banyak dilakukan oleh Fungsi Ekonomi demi terjalinnya kerja sama yang baik dalam bidang ekonomi, juga tentang target rencana kedepan dengan berusaha untuk terus mempromosikan produk-produk Indonesia di Arab Saudi. Pemaparan dilanjutkan oleh Pak Erwansyah (Atase Perdagangan), mengenai Peluang Ekspor Impor Indonesia di Arab Saudi Pasca Pandemi. Beliau menyampaikan tentang perkembangan perdagangan Indonesia – Arab Saudi dari 2015 hingga 2019, baik migas maupun non migas. Lalu di tahun 2020 tentang kinerja ekspor makanan olahan Indonesia ke Arab Saudi yang didominasi oleh tuna, sarden, saus, kecap, dan kopi instan. Sesi kedua ditutup oleh Pak Sa’dullah Apandi Takmid (Atase Ketenagakerjaan), yang menjelaskan secara rinci data-data PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Arab Saudi yang berhasil dihimpun oleh KBRI, seperti jumlah PMI yang datang ke KBRI, hak-hak PMI yang berhasil diselamatkan oleh KBRI yang selama tahun 2020 ini mencapai 3.263.399 SAR atau setara dengan 11.421.896.500 Rupiah. Beliau juga menjabarkan tentang permasalahan umum yang dihadapi PMI, seperti gaji dan pekerjaan yang tidak sesuai, keterlambatan gaji, penganiayaan, tuduhan melakukan sihir, dll. Sebelum menutup, Beliau berpesan kepada para mahasiswa agar ikut peduli terhadap PMI di Arab Saudi dengan turut membantu memberikan edukasi sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia di Arab Saudi.

Memasuki sesi terakhir, yaitu Panel 3 yang membahas Politik, Pendidikan, dan Sosial Budaya. Pak Muhtarom Suwarso (P.F Politik 3) mengawali dengan mengajak mahasiswa untuk kembali mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah atas segala fasilitas, keamanan, dan kenyamanan dalam menuntut ilmu di Arab Saudi. Beliau melanjutkan dengan mengatakan bahwa hubungan Indonesia – Arab Saudi sebenarnya sudah terjalin sejak lama, bahkan sebelum resmi menjadi negara, namun hubungan resmi diplomatik kedua negara ini baru dimulai sejak 1 Mei 1950. Saat ini menjadi masa-masa keemasan hubungan bilateral bagi kedua negara, dan hubungan Indonesia – Arab Saudi dikatakan akan lebih erat di masa mendatang, dengan melihat beberapa indikasi, salah satunya adalah kedua negara menjadi negara paling berpengaruh di kawasan masing-masing dan dalam dunia Islam. Berpindah ke bidang pendidikan, Pak Achmad Ubaedillah Effendi (Atase Pendidikan dan Kebudayaan), menjelaskan tentang Peluang dan Prospek Hubungan Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia – Arab Saudi, yang mana memang keduanya banyak memiliki kesamaan, seperti kerajaan dan negara muslim terbesar di dunia, serta sama-sama menjunjung Islam yang moderat, sehingga Indonesia – Arab Saudi saling bersinergi untuk meningkatkan pendidikan, terutama kajian Islam. Sesi terakhir ini diakhiri oleh Pak M. Sahrul Murajjab (P.F Pensosbud), yang menyampaikan bahwa Indonesia memiliki soft power, yang menarik bagi Arab Saudi, yaitu kesatuan dalam kebhinekaan dan kebinekaan dalam kesatuan. Melalui soft power tersebut diharapkan mahasiswa bisa menjadi agen yang dapat meraba dan mengkaji perubahan di Arab Saudi.

Disetiap akhir panel, disediakan waktu khusus untuk mahasiswa bertanya kepada setiap narasumber. Mahasiswa banyak bercerita tentang pengalaman mereka ketika belajar di Arab Saudi, dan merasa senang karena dapat bertemu dengan Bapak-Bapak KBRI Riyadh yang sedikit banyak telah membuka wawasan mereka tentang hubungan Indonesia – Arab Saudi. Dan mereka berharap dapat kembali menikmati kegiatan seperti ini yang tentunya akan meningkatkan semangat kebangsaan para mahasiswa walaupun sedang berada jauh dari negara tercinta Indonesia. (MRS)



Pusat Kajian PPMI Arab Saudi
Kolaborasi – Dedikasi – Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *