Pemuda sebagai Penerus Estafet Perjuangan dan Penjaga Nilai-Nilai Kebangsaan

Oleh: Muhammad Ridho Sastrawijaya (mahasiswa S1 Studi Islam, King Saud University)

Dalam isi teks Sumpah Pemuda, yang intinya tanah satu, bangsa satu, bahasa satu. Ketiga hal tersebutlah yang mempersatukan para pemuda/i di Indonesia, baik di eranya (ketika sumpah pertama kali diikrarkan, 1928) maupun hingga sekarang ini, 92 tahun kemudian.

Kongres Pemuda II, pada 28 Oktober 1928, yang dihadiri oleh para pemuda/i, laki-laki dan perempuan, yang mewakili organisasi pemuda dari seluruh bagian di Indonesia, dari barat sampai ke timur. Mereka rela menempuh perjalanan jauh dan berkumpul demi mewujudkan persatuan generasi muda Indonesia.

Di setiap masanya, pemuda selalu mempunyai peran besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Seperti pada:

  • 1908, kebangkitan nasional dan berdirinya boedi oetomo, yang digagas oleh sekelompok pemuda.
  • 1928, penyamaan visi pemuda/i untuk menyatukan bangsa dan negara dengan sumpah pemudanya.
  • 1945, para pemuda mendorong proklamasi kemerdekaan dan berusaha mempertahankanya.
  • 1998, pemuda sebagai pahlawan reformasi yang berhasil menumbangkan kekuasaan orde baru.

Dikatakan pemuda adalah mereka yang berusia 16 sampai 30 tahun, namun sejatinya, siapapun bisa menjadi pemuda, baik dengan raganya, maupun jiwanya.

Karena kemajuan suatu bangsa berada dalam genggaman generasi muda. Maju atau tidaknya suatu bangsa tergantung bagaimana generasi mudanya, jadi kita sebagai pemuda/i atau generasi muda/i harus ikut andil dalam upaya memajukan bangsa kita, dengan cara memahami nilai-nilai dari sumpah pemuda itu, seperti:

  • mengutamakan kepentingan bangsa Indonesia diatas kepentingan bangsa lain
  • menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa Indonesia, serta
  • tidak membeda-bedakan antara satu dan lainnya, karena kita satu, “Bhinneka Tunggal Ika”

Indonesia selalu membutuhkan anak muda, untuk membangkitkan bangsa ini, karena sejarah bangsa Indonesia adalah sejarah angkatan muda/i. Kita sebagai penjaga identitas bangsa, kita sebagai penggerak perubahan zaman, kita sebagai pemegang tonggak peradaban.

Pemuda/i saat ini haruslah memiliki kesamaan seperti pemuda/i saat dulu, yang mempunyai daya juang yang sama, cita dan harapan yang sama, serta visi dan tujuan yang sama. Walaupun berbeda zaman, berbeda keadaan, berbeda tantangan.

Kalau dulu para pemuda/i berjuang untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan, sekarang pun para pemuda/i masih tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan. Kalau dulu bentuk penjajahnya nyata, fisik, ada wujudnya, kalau sekarang bentuk penjajahannya maya, tidak telihat, namun efeknya sangat berasa.

Maka peran pemuda/i saat ini masih tetap dibutuhkan, karena masih banyak hal-hal yang harus ditingkatkan, harus diperbaiki, kita masih memiliki tugas untuk melanjutkan perjuangan bangsa, juga menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Pemuda/i harus memiliki visi dan misi yang jelas dalam hidupnya. Pemuda/i haruslah menjadi pelopor dan tidak menjadi pengekor, yang bisanya hanya ikut-ikut tanpa punya idealisme dan pendirian. Pemuda/i juga harus kritis terhadap kondisi yang terjadi di sekitar dan mampu mencari solusi untuk membenahi negeri.

Pemuda/i adalah agen perubahan, yang harus membawa Indonesia ke arah perubahan yang lebih baik, perubahan yang positif. Bisa dimulai dengan melakukan perubahan-perubahan kecil, baik di lingkungan masyarakat sekitar, keluarga, ataupun diri sendiri. Bisa dengan merubah kebiasaan atau hal-hal yang kurang baik, jika tidak bisa dihilangkan, boleh dengan cara mengurangi terlebih dahulu, ganti dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Pemuda/i adalah agen pembangunan. Dengan fisik yang masih kuat, tenaga yang masih full, dan pikiran yang masih fresh. Dapat kita lakukan dari diri sendiri juga, hingga ke jangkauan yang lebih luas. Bangun negara ini agar lebih baik, dengan melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai bidang.

Pemuda/i sebagai aktor nasionalis dan patriotis yang mencintai bangsa dan negaranya, Indonesia. Menjaga bangsa dari serangan luar maupun dalam.

Kita bisa memulainya dari diri sendiri, dengan melakukan introspeksi, muhasabah diri, dan banyak mempelajari sejarah, serta mulai mencintai bangsa dan negara Indonesia. Sehingga kita bisa menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan bermartabat.

Peringatan sumpah pemuda sudah sepatutnya diikuti dengan gerak nyata para pemuda. Sumpah yang sudah diikrarkan, harus diimplemantasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  

Walaupun Indonesia dan dunia saat ini sedang menghadapi wabah pandemi. Dan hal tersebut sempat melemahkan bangsa kita, bahkan diri kita sendiri. Namun sudah saatnya bagi kita para pemuda/i, untuk sadar dan bangkit dari keterpurukan. Kita bersatu dan menguatkan, saling mendukung, saling membantu sesama dalam menangani wabah Covid-19.

Lalu selain dengan ikhtiar, daya dan upaya, kita juga harus mengencangkan tawakal kita, dengan memperbanyak berdoa kepada Allah agar segera diangkat ujian dan musibah ini dari Indonesia dan dunia.

Sejak dulu para pemuda/i Indonesia sering berkumpul, yang mana perkumpulan itu bukanlah perkumpulan biasa, perkumpulan yang dihadiri oleh para pemuda/i yang berpendidikan, yang berwawasan luas, yang memiliki kepedulian, dan cita-cita serta visi bersama untuk bangsa dan negara Indonesia.

Demikian juga saat ini, adanya BEM di masing-masing universitas di Indonesia, dan PPI di masing-masing negara maupun cabang, serta organisasi-organisasi kepemudaan lainnya baik di dalam atau di luar negeri Indonesia, haruslah mempunyai visi yang sama, agar pergerakan kita menjadi pergerakan yang satu arah, satu tujuan, bergerak bersama berkolaborasi untuk pembangunan, kemajuan, dan persatuan Indonesia.

Karena pemuda/i yang sekarang, adalah pemimpin di masa mendatang!

Salam perhimpunan! Salam pemuda/i Indonesia!


Media dan Informasi PPMI Arab Saudi
Kolaborasi – Dedikasi – Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: