Peran Pelajar sebagai Duta Budaya Indonesia

Oleh Izzudin Abdurrohman – Sekolah Indonesia Makkah (juara satu kategori pelajar pada lomba menulis esai yang diselenggarakan oleh PPMI Arab Saudi) 

Setiap negara pasti memiliki cara hidup yang berkembang dan berbeda-beda. Sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian bangunan, seni musik, seni tari, seni lukis, kuliner, dan lain-lain. Itu adalah cara hidup suatu negara yang disebut budaya. (Wikipedia, 2020)

Indonesia memiliki pulau yang sangat banyak dan setiap pulau mempunyai beraneka ragam budaya. Tapi, apakah budaya Indonesia saat ini dapat menjadi modal kemajuan Indonesia? Apakah budaya-budaya Indonesia sudah banyak dikenal oleh negara lain? Masalah atau penyebab dan solusi diuraikan di bawah ini. 

Masalah budaya adalah masalah yang sering terjadi di berbagai negara, hampir semua negara mengalaminya. Tapi tidak sedikit juga negara yang membuat budaya mereka menjadi hal yang ikonik atau hal yang dikenal oleh semua manusia di dunia, bahkan beberapa budaya bisa menjadi modal kemajuan suatu negara. 

Di masa saat ini, banyak negara yang menjadikan sebuah budaya menjadi modal kemajuan negara tersebut dan dapat mengenalkannya ke dunia. Dengan diperkenalkannya budaya-budaya Indonesia, negara lain akan mengenal kita dari sebuah budaya tersebut. Semua warga negara Indonesia pasti memiliki peran atas pengenalan budaya-budaya Indonesia dan berhak untuk mengenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia terhadap dunia. Salah satu duta pengenalan budaya-budaya Indonesia adalah pelajar yang menetap di luar negeri, khususnya Arab Saudi.

Pelajar atau siswa memiliki peran yang sangat penting untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia. Budaya-budaya Indonesia yang bisa diperkenalkan oleh pelajar ke negara Arab Saudi atau negara lain salah satunya adalah karya seni. Indonesia mempunyai karya seni yang sangat banyak. Seperti seni tari, seni musik, seni patung, seni lukis, seni sastra dan lain-lain. Dengan membuat karya-karya seni, siswa dapat memperkenalkannya dan memamerkannya ke orang lain. Tidak hanya seni, kuliner adalah budaya Indonesia yang dapat diperkenalkan juga.

Terdapat banyak masalah yang dialami oleh pelajar yang menetap di Arab Saudi atau luar negeri. Misalnya, kurangnya pengetahuan atas suatu budaya, kurangnya alat-alat atau bahan, kurangnya media nasional yang mengangkat berita, dan lain-lain. Oleh karena itu, pelajar sangat terhambat untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia terhadap orang-orang Arab Saudi. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya dukungan dan fasilitas dari linkungan pelajar untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia.

Masalah kedua yang timbul terhadap budaya-budaya Indonesia adalah kesalahpahaman dan kurangnya pengenalan budaya-budaya Indonesia. Masalah ini sering timbul di budaya seni tari, seni musik dan pakaian daerah. Karena banyaknya budaya-budaya Indonesia, masyarakat Arab Saudi kurang mengenali budaya-budaya Indonesia atau bahkan tidak menerima karena bertentangan dengan budaya Arab Saudi. Akibatnya, pelajar terus kesusahan dan terhambat untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia dengan cara membuat karya-karya seni. Masalah ini disebabkan oleh cakupan wilayah pengenalan budaya-budaya Indonenesia yang belum luas dan merata.

Masalah budaya-budaya Indonesia yang ketiga adalah kuliner. Indonesia memiliki kuliner yang sangat banyak sekali. Seperti, rempah-rempah, bumbu-bumbu, makanan dan minuman yang jelas berbeda dengan Arab Saudi. Akibatnya masyarakat Arab Saudi tidak mengenal dan memiliki selera yang berbeda dengan kuliner Indonesia. Dengan itu, terkadang masyarakat Arab Saudi menganggap kuliner Indonesia adalah kuliner negara Asia lainnya, seperti Thailand, China, Filipina dan negara-negara lainnya karena adanya kemiripan dengan kuliner Indonesia. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya orang-orang Indonesia yang menetap di Arab Saudi yang dapat memperkenalkan kuliner-kuliner Indonesia ke masyarakat Arab Saudi dengan baik dan benar.

Solusi yang dapat mengatasi masalah pertama adalah adanya dan aktifnya peran sekolah dengan membantu dan memfasilitasi siswanya untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia. Sekolah memiliki banyak program yang berpotensi sangat besar untuk membantu siswa agar mempermudah memperkenalan budaya-budaya Indonesia ke orang Arab Saudi atau negara asing lainnya. Salah satu peran aktif sekolah adalah adanya kerja sama antara sekolah, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), dan siswa yang berkapasitas untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia. Contohnya adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah mempunyai program membuat majalah sekolah yang bernama LENSA. Majalah LENSA dapat menjadi media atau sarana bagi siswa untuk bebas berkarya dan memperkenalkannya ke semua orang. Di majalah tersebut berisi informasi-informasi tentang Sekolah Indonesia Makkah dan budaya-budaya Indonesia. Tentu juga karya-karya siswa Sekolah Indonesia Makkah tidak lupa ditampilkan di majalah tersebut. Peran aktif sekolah ini sangat berguna untuk siswa-siswa yang berkapasitas untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia, tapi upaya pembuatan majalah LENSA ini belum optimal karena isi dari majalah tersebut masih menggunakan bahasa Indonesia. Jika majalah LENSA tersebut dibuat dengan bahasa Arab dan Inggris, maka orang-orang Arab Saudi dan orang-orang asing lainnya dapat menikmati dan memahami karya-karya siswa dan budaya-budaya Indonesia dengan baik dan benar.

Gambar 1: Cover Majalah LENSA Sekolah Indonesia Makkah yang pertama

Gambar 2: Cover Majalah LENSA Sekolah Indonesia Makkah yang kedua

Peran sekolah yang dapat membantu siswa lainnya adalah adanya program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Sekolah Indonesia Makkah. Program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) adalah program kursus bagi orang Arab Saudi atau orang asing lainnya yang ingin mempelajari bahasa Indonesia. Program ini bertujuan agar banyak orang Arab Saudi yang mampu berbahasa Indonesia. Program ini sangat penting, karena dapat membuka luas potensi orang Arab Saudi untuk mengenal Indonesia lebih lanjut. Mengenal budaya, bahasa, karya seni, kuliner, pakaian daerah, dan lain-lain. Program ini membuat Indonesia menjadi lebih dikenal oleh negara-negara asing khususnya Arab Saudi. Upaya ini mempunyai kekurangan, yaitu siswa tidak memiliki peran di program ini. Program ini akan menjadi lebih optimal jika siswa mendapatkan kesempatan untuk menampilkan beberapa budaya-budaya Indonesia seperti tari, musik, pakaian daerah, kuliner dan lain-lain saat acara pembukaan dan penutupan program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) agar orang-orang Arab Saudi dapat mengenali budaya-budaya Indonesia. 

Masalah kedua dapat diatasi dengan solusi diadakannya acara festival budaya atau pameran dan pergelaran. Festival budaya atau pameran dan pergelaran adalah acara untuk mempromosikan beberapa budaya-budaya Indonesia. Sebagai contoh Sekolah Indonesia Makkah membuat acara pameran dan pagelaran setiap awal tahun pada semester dua. Di acara tersebut, siswa-siswi Sekolah Indonesia Makkah banyak sekali memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia, seperti tari, musik, alat musik, kuliner, pakaian daerah, lukisan dan banyak sekali budaya-budaya Indonesia yang lainnya. Di acara pameran dan pergelaran ini tidak hanya untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia, di acara tersebut juga dijelaskan bahwa siswa atau pelajar adalah salah satu peran terpenting untuk melestarikan budaya dan memperkenalkannya ke negara lain, khususnya para pelajar yang menetap di Arab Saudi atau negara-negara lain. Acara pameran dan pergelaran di Sekolah Indonesia Makkah akan menjadi lebih maksimal jika masyarakat-masyarakat Arab Saudi juga diundang untuk mengikuti acara tersebut dan adanya pembawa acara yang menggunakan bahasa Arab agar mudah dipahami.

Hal senada yang dilakukan oleh Universitas Ummul Quro pada tanggal 11-14 November 2019, diadakan acara festival budaya antarnegara di Makkah, Arab Saudi. Di acara tersebut beberapa negara berkesempatan untuk saling memperkenalkan dan memamerkan budaya-budayanya ke mahasiswa Arab Saudi dan masyarakat umum. Setiap perwakilan negara mempunyai stan untuk memajang berbagai macam budaya-budaya negaranya. Di acara tersebut pula mahasiswa Universitas Ummul Quro dan siswa-siswa Sekolah Indonesia Makkah bekerja sama untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia. Budaya-budaya yang diperkenalkan di acara tersebut sangat banyak, mulai dari kuliner makanan seperti nasi kuning, klepon, rujak buah, onde-onde, bumbu-bumbu makanan dan banyak sekali kuliner makanan lainnya. Tidak hanya kuliner makanan, kuliner minuman yang asli dari Indonesia juga diperkenalkan di acara tersebut seperti, kopi, teh, jamu, minuman bernutrisi dan kuliner minuman lainnya. Karya-karya seni dari mahasiswa Universitas Ummul Quro dan siswa-siswi Sekolah Indonesia Makkah juga tidak lupa diperkenalkan di acara tersebut. Siswa-siswi Sekolah Indonesia Makkah menampilkan beberapa tarian nusantara dan tampilan lagu Gemu Fa Mi Re. Karya-karya seni lainnya yang diperkenalkan dan dipamerkan adalah aneka ragam pakaian daerah, batik, prototipe rumah adat, dan lain-lain. Di stan milik mahasiswa Universitas Ummul Quro dan siswa-siswi Sekolah Indonesia Makkah juga ditampilkan beberapa papan yang berisi tentang informasi-informasi Indonesia seperti fakta-fakta unik tentang Indonesia, banyaknya pulau yang dimiliki oleh Indonesia, keajaiban alam yang ada di Indonesia dan informasi-informasi lainnya. 

Gambar 3: Foto bersama dengan Bapak Atdikbud KBRI Riyadh dan Bapak Konjen RI Jeddah di acara festival budaya di Universitas Ummul Quro

Hal yang sama yang dilakukan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di negara Amerika Serikat, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) menyelenggarakannya acara festival budaya di Washington DC Amerika Serikat pada tanggal 26 Maret 2017 yang lalu di Cornell University. Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) memainkan peran yang sangat penting dalam upaya acara promosi ini. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Amerika Serikat mencatat bahwa semangat pelajar untuk mempromosikan budaya-budaya Indonesia umumnya lebih tinggi saat mereka di luar negeri, Di acara tersebut para mahasiswa Indonesia memperkenalkan berbagai macam budaya-budaya Indonesia dari Indonesia timur sampai Indonesia barat. Mulai dari budaya-budaya seni seperti tari, musik, alat musik, pakaian daerah, batik, kuliner, dan banyak budaya-budaya Indonesia lainnya yang sangat menarik dan meriah. Setelah diadakannya festival budaya di Cornell University, tercatat setelah dua bulan terakhir, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) di universitas lain juga ikut mengadakan festival budaya di masing-masing universitas. Seperti Ohio University, Penn State University, Minnesota-Twin Cities University, Michigan University, dan  universitas lainnya. Ini membuktikan bahwa peran kerja sama antar mahasiswa adalah peran yang penting. Pada akhirnya mahasiswa lain yang berasal dari universitas lain juga ikut mengadakan festival budaya untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia. (Nurvasari, 2016)

Gambar 4 : Acara festival budaya yang diselenggarakan oleh PERMIAS di Cornell University

Solusi untuk masalah ketiga adalah diadakannya acara bazar atau pameran kuliner. Agar cakupan promosi budaya-budaya kuliner Indonesia menjadi lebih luas, dibutuhkan kerja sama dengan pemerintah. Beberapa peran pemerintah di Arab Saudi adalah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) adalah media atau sarana terbesar bagi masyarakat atau pelajar yang menetap di Arab Saudi atau negara lain. Pelajar dapat mempunyai fasilitas dan akses yang lebih luas. KJRI dan KBRI dapat memfasilitasi siswa atau mahasiswa untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia dengan mengadakan beberapa acara seperti bazar atau pameran. Salah satu contoh adalah KJRI Jeddah menyelenggarakan bazar yang bernama pesta rakyat di setiap tahunnya. Acara tersebut dihadiri oleh banyak tamu dari berbagai negara, seperti Arab Saudi, Thailand, China, dan negara-negara lainnya. Budaya-budaya yang diperkenalkan dan dipamerkan antara lain, kuliner, tari, musik, alat musik, pakaian daerah, dan lain-lain. Tamu-tamu dari Arab Saudi dan negara lain dapat mengenali dan mencoba berbagai kuliner Indonesia dan tentunya dapat menyaksikan beberapa karya seni. Orang-orang Arab Saudi dan orang-orang asing lainnya dapat memahami dengan jelas penjelasan dari budaya-budaya Indonesia karena orang-orang Indonesia yang menjaga stan mampu berbicara bahasa Arab dan bahasa Inggris. Bazar pesta rakyat ini sangat penting untuk memperkenalkan kuliner-kuliner Indonesia, tapi di bazar ini siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk menampilkan budaya-budaya Indonesia. Jika siswa juga diberi kesempatan, maka siswa akan mendapatkan fasilitas yang lebih untuk memperkenalkan dan memamerkan budaya-budaya Indonesia. (Jeddah, Pesta Rakyat 2019 KJRI JEDDAH, 2019)

Gambar 5: Foto suasana bazar pesta rakyat yang diselenggarakan oleh KJRI Jeddah

Acara lain yang diselenggarakan oleh KJRI Jeddah adalah acara Indonesian Hajj Expo pada tanggal 15-16 Februari 2020 di Balai Nusantara. Di acara tersebut KJRI Jeddah menggelar pameran produk layanan haji yang terdiri dari 13 perusahaan dari Arab Saudi dan 4 dari Indonesia. Budaya-budaya yang diperkenalkan dan dipamerkan adalah kuliner makanan dan kuliner minuman Indonesia. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk yang akan diberikan kepada jemaah haji tahun 2020. Perwakilan siswa Sekolah Indonesia Makkah dan Sekolah Indonesia Jeddah diundang untuk membuat sebuah video iklan produk-produk tersebut. Hasil video-video iklan tersebut akan dipublikasi oleh pihak KJRI Jeddah. Peran pemerintah dan pelajar saling bekerja sama untuk memperkenalkan dan memamerkan kuliner-kuliner Indonesia ke Arab Saudi dan negara lainnya. (Jeddah, 2020)

Solusi lain yang dapat saya tawarkan dan akan menjadi inovasi di Sekolah Indonesia Makkah atau Sekolah Indonesia Luar Negeri lainnya adalah pertukaran pelajar. Dengan program ini, siswa Sekolah Indonesia Makkah mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan siswa Arab Saudi atau siswa asing lainnya. Program ini dapat membuat masing-masing siswa saling mengenal dan memperkenalkan budaya-budayanya ke siswa asing lainnya. Siswa Sekolah Indonesia Makkah dapat belajar bersama dan saling bertukar pikiran dengan siswa Arab Saudi. Program ini juga dapat memperluas relasi antarpelajar. Program pertukaran pelajar ini mempunyai banyak kendala-kendala yang menghambat terjadinya program ini, antara lain kurangnya tenaga kerja sekolah yang memenuhi standar, kurangnya fasilitas yang memadai seperti laboratorium, lapangan, ruangan kelas, dan lain-lain. Kendala lainnya adalah kurangnya guru-guru yang mampu mengajar dengan menggunakan bahasa Arab. Dengan itu, dibutuhkan konsep dan persiapan yang matang untuk mewujudkan program pertukaran pelajar ini.

Budaya adalah identitas semua negara, budaya adalah hal yang ikonik bagi setiap negara. Indonesia mempunyai banyak sekali budaya-budaya dari timur sampai ke barat. Budaya mempunyai potensi besar untuk memajukan sebuah negara. Semua warga negara Indonesia berhak melestarikan dan memperkenalkan budaya-budayanya ke negara asing, semua warga negara Indonesia memiliki peran tersendiri untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia, entah cakupannya luas atau tidak luas. Khususnya pelajar di Arab Saudi, banyak sekali warga negara Indonesia yang menetap atau berkunjung sementara di Arab Saudi, ini berpotensi besar bagi Indonesia untuk menjadi negara yang maju bermodalkan budaya-budaya yang indah dan tak terhitung. Pelajar yang menetap di Arab Saudi seharusnya lebih semangat untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia ke negara-negara lain karena adanya interaksi langsung dengan orang asing. Peran pelajar adalah peran dasar, jika peran pelajar tidak terlalu dominan, maka kemajuan Indonesia akan semakin terhambat. Maka dari itu, mulailah dari pelajar, lestarikan dan tunjukkan budaya-budaya Indonesia. (MAM)



Sosial, Budaya, dan Olahraga PPMI Arab Saudi
Kolaborasi – Dedikasi – Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *