Peran Pelajar SILN Arab Saudi melalui Program Sekolah

Oleh Mahir – Sekolah Indonesia Makkah (juara dua kategori pelajar pada lomba menulis esai yang diselenggarakan oleh PPMI Arab Saudi)

Indonesia adalah negara yang dikenal dengan pulau-pulau yang sangat indah dan mempesona, selain itu juga Indonesia sangat terkenal karena lautnya yang indah dan luas juga terumbu karangnya yang sangat indah. Bahkan Indonesia sudah cukup terkenal di mata dunia karena budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Dalam era globalisasi di masa kini, budaya telah menjadi sebuah sarana pemersatu dan memperat hubungan bilateral antara dua negara seperti hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi atau yang dikenal dengan Saunesia. Bukan hanya sekedar sebagai suatu wadah untuk mempererat hubungan bilateral, budaya juga dapat meningkatkan income negara dalam bidang pariwisata. Hal ini tentunya sangat berdampak positif pada negara Indonesia.

Melansir dari buku Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya sesuai pendapat dari seorang ahli antropologi, Koentjaraningrat berpendapat bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dimiliki manusia dengan belajar. (Sutardi, 2007)

Budaya selalu dimiliki oleh setiap wilayah dimana budaya merupakan peninggalan dari orang-orang terdahulu (nenek moyang) yang menempati wilayah tersebut hingga diteruskan ke para penerusnya. 

Namun, banyak rakyat Indonesia yang minim pengetahuan seputar potensi-potensi yang dimiliki oleh negara yang kita cintai. Bahkan mungkin banyak masyarakat yang berada di Indonesia tidak mengetahui cara yang tepat agar budaya Indonesia dapat lebih berkembang dan semakin dikenal di mata dunia dan juga ikut aktif untuk mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia dan sumber daya alam saat berada di luar negeri.

Hal tersebut diperburuk lagi dengan jarangnya para pelajar Indonesia saat ini khususnya di luar negeri yang mampunyai keinginan kuat untuk mempelajari dan melestarikan budaya sendiri juga mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang asing. Tentunya hal ini menjadi sesuatu yang miris. Sebab itu, peran pelajar sangat diperlukan untuk mengubah ini semua khususnya yang berada di luar negeri, misalnya dengan cara lebih memperbanyak pelajaran mengenai budaya di tiap jenjang pendidikan.

Lalu, bagaimana dengan promosi budaya Indonesia di luar negeri? Karena budaya Indonesia tidak cukup hanya dikenal di dalam negeri melainkan di luar negeri juga sangat penting. Mengingat, budaya merupakan modal untuk memajukan negara Indonesia. Dalam hal ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi memiliki andil yang sangat besar dalam mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia di Arab Saudi.

Sebagaimana dikutip dari artikel, peran pemerintah Indonesia dalam mendukung keberadaan diaspora (pelajar Indonesia) sangat diperlukan agar diaspora di Arab Saudi merasa aman dan nyaman demi terciptanya kepentingan nasional Indonesia melalui jalur diplomasi kebudayaan. (Wikan, 2016)

Di zaman sekarang ini pengetahuan para pelajar Indonesia terhadap budaya Indonesia sangatlah minim akibat kurangnya informasi seputar budaya Indonesia khususnya bagi mereka yang lahir di Arab Saudi. Oleh sebab itu, peran pelajar sangat penting dalam memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia sebagai agen diplomasi budaya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: 1) Penyelenggaraan festival budaya Indonesia, 2) Mengadakan kompetisi-kompetisi yang bertujuan mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia dalam bentuk karya kreatif, 3) Mengadakan program talkshow membahas seputar pengetahuan budaya negara Indonesia berbahasa Arab agar warga lokal Arab Saudi lebih tertarik, 4) Mengadakan program studi banding dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia, 5) Dan juga tentunya yang jarang sekali orang terapkan yaitu menggunakan produk buatan Indonesia baik dalam bentuk karya apapun itu.

Yang pertama, Festival budaya merupakan wadah atau sarana komunikasi yang lazim dengan tujuan untuk membangun, memberdayakan, dan mengakui suatu identitas budaya. (Kaeppler, A. L., 2019)

Hal ini sangat membantu para pelajar untuk mengadakan program acara seperti ini, tetapi tentunya dengan mengundang pelajar dari berbagai sekolah asing seperti Sekolah Arab Saudi, Filipina, India, Turki, Bangladesh, dan Mesir dengan menyajikan tampilan-tampilan tari khas Indonesia, juga menyajikan makanan dan pakaian Indonesia.

Semangat dan partisipasi para pelajar Indonesia di Arab Saudi cenderung akan lebih meningkat untuk lebih aktif dalam mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia ketika acara festival budaya.

Misalnya, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mengadakan acara festival budaya dengan mengundang sekolah asing. Selain dari penyelanggraan acara festival budaya dari OSIS, kampus-kampus juga tidak kalah penting agar terus ikut andil mengadakan acara-acara yang fungsinya memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia.

Yang kedua, penyelanggaraan kompetisi-kompetisi yang bersifat nasionalis juga dapat memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia dengan bentuk yang lebih inovatif, kreatif, dan menghibur. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk karya video, tulisan, lukisan, seni rupa, seni murni, dan sebagainya yang memiliki unsur budaya/seni.

Dengan diadaknnya kompetisi dan event-event seperti itu secara tidak langsung para pelajar telah melakukan diplomasi kebudaayan. Agar lebih menarik lagi untuk dinikmati oleh warga-warga Arab Saudi dalam mengenal kebudayaan Indonesia lebih dalam, ada baiknya agar kompetisi-kompetisi yang diadakan untuk dikemas dan disajikan dengan bentuk yang lebih menarik dan menghibur agar tidak timbul rasa bosan dari para penikmatnya.

Dalam ilmu studi hubungan internasional dijelaskan bahwa untuk melakukan diplomasi kebudayaan tidak hanya pemerintah atau perwakilan suatu negara yang berperan untuk aktif mempromosikan budaya negara itu, namun dibutuhkan juga peran individual seperti pelajar atau diaspora yang dapat menjalankan dan melaksanakan diplomasi kebudayaan tersebut. Dengan rasa nasionalisme dan semangat yang tinggi, para pelajar juga sangat menginginkan agar budaya negara Indonesia dapat dikenal oleh orang-orang yang berada di luar negeri khususnya di Arab Saudi. 

Mengingat kesepakatan kerja sama kebudayaan antara kedua negara sudah pernah ditetapkan dan disepakati bersama dalam Nota Kesepahaman Kerja Sama atau MoU sebagaimana dikutip dari news.okezone.zome pada 22 Desember lalu. (Hendriana, Y., 2018)

Yang ketiga, mengadakan program acara talkshow. Tidak hanya lewat cara perkenalan budaya dengan cara menyelenggarakan festival budaya atau juga mengadakan kompetisi-kompetisi nasionalis yang umumnya bersifat tertuju pada perkenalan budaya secara verbal, namun adanya perkenalan budaya dengan cara menyajikan informasi secara umum mengenai budaya dan sumber daya alam negara Indonesia juga tidak kalah penting. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah mengadakan program talkshow yang diarahakan atau diawasi oleh lembaga sekolah agar berfungsi dan berjalan sebagaimana mestinya.

Berbagai program yang diadakan pun beraneka ragam bentuknya, misal program acara sekolah seperti kanal Youtube bernama “SIM TV Official” yang menyajikan acara yang bertajuk “Talkshow with Mahir”, atau juga konten-konten yang diunggah dalam media sosial seperti Instagram TV (IGTV), facebook, dan sebagainya. 

Dalam Sekolah Indonesia Makkah, para pelajar (siswa-siswi) juga turut aktif berkontribusi untuk menjadi bagian dari agen diplomasi budaya di Arab Saudi. Misal, para pelajar membuat dan menyuguhkan konten yang bersifat talkshow dengan mengundang orang asing untuk memperkenalkan budaya Indonesia di kanal SIM TV Official melalui bincang-bincang berbahasa Arab.

Lewat program acara seperti itu, para pelajar telah ikut andil dalam memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia sebagai bentuk agen diplomasi budaya di Arab Saudi. Tujuan utamanya adalah mengajak penduduk lokal Arab Saudi untuk ikut serta berbaur bersama warga negara Indonesia sehingga mereka akan lebih akrab dengan budaya Indonesia. Ketika mereka sudah akrab dengan hal-hal tersebut, tentu itu akan lebih mudah membekas di ingatan mereka. Hal ini tentunya sangat berdampak positif untuk memperkenalan dan mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri. 

Yang keempat, mengadakan studi banding. Untuk cara efektif lainnya agar memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia lebih luas untuk Arab Saudi adalah dengan mengadakan program studi banding yang tentunya dengan berkunjung ke sekolah asing sembari mengenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia di hadapan para pelajar asing.

Dilansir dari qmc.binus.ac.id, studi banding adalah sebuah konsep belajar yang dilakukan di lokasi dan lingkungan berbeda yang merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu, perluasan usaha dan relasi, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan peraturan perundangan, dan lain-lain. (Sudana, P. I., 2014)

Selain terbentuknya relasi dan hubungan yang semakin erat dan kuat antara kedua sekolah, para pelajar Indonesia di Arab Saudi juga telah ikut aktif berperan menjadi bagian dari agen diplomasi budaya di luar negeri. Program studi banding sendiri bertujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada para pelajar asing di sekolah yang dituju. Hal tersebut perlu diadakan oleh Sekolah Indonesia Makkah atau SILN lainnya di Arab Saudi sebagai agen diplomasi budaya. 

Tujuan utama dari kunjungan studi banding tersebut adalah menjalin hubungan solidaritas antara kedua sekolah tersebut, bertukar dan berbagi infromasi seputar kebudayaan masing-masing. Tentunya dengan mengadakan program seperti ini akan sangat efektif membantu para pelajar Indonesia sebagai agen diplomasi budaya di Arab Saudi untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia.

Meski demikian, program studi banding ini belum dapat terealisasikan terhadap sekolah setempat dikarenakan sulitnya akses perizinan bagi pelajar Indonesia untuk menjalani relasi dengan sekolah Arab Saudi. Selain itu, sifat lingkungan sosial sekolah Arab Saudi yang belum terbuka untuk melakukan studi banding dengan sekolah asing. Akan tetapi, program studi banding ini masih dapat direalisasikan terhadap sekolah asing lainnya yang berada di Arab Saudi, misal sekolah Filipina, India, Turki, Bangladesh, Mesir, dan lain-lain.

Terdapat berbagai sekolah asing selain Indonesia yang beroperasi di Arab Saudi yang juga memiliki budaya dan ketertarikan tersendiri. Misal, sekolah Filipina dikenal dengan kekiniannya, sekolah India dikenal dengan budaya tradisinya, sekolah Turki dikenal dengan peninggalan sejarahnya, sekolah Bangladesh dikenal dengan sejarahnya, sekolah Mesir dikenal dengan bahasanya yang mirip dengan bahasa Arab Saudi.

Hal tersebut menjadi faktor pendukung positif bagi para pelajar Indonesia untuk mengadakan program studi banding dengan tujuan agar bertukar dan berbagi informasi seputar kebudayaan masing-masing sekaligus peluang bagi para pelajar Indonesia untuk turut aktif mengenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia ke pelajar asing lainnya.

Yang kelima, menggunakan produk buatan Indonesia. Hal yang sangat disayangkan dari para agen diplomasi budaya adalah sangat jarang menggunakan produk buatan Indonesia khususnya saat mereka berada di luar negeri baik dalam bentuk produk apapun itu, misal produk busana, teknologi, kuliner, khususnya memakai batik karena mindset yang ada dalam benak pikiran orang Indonesia adalah batik tidak bisa digunakan untuk mendatangi ke beberapa acara-acara tertentu, padahal sudah banyak desainer-desainer di Indonesia yang merancang busana yang dapat digunakan untuk mendatangi ke beberapa acara baik formal maupun non-formal. (Mawardi, D., 2018)

Padahal, secara resmi pada tanggal 2 Oktober tahun 2009, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menetapkan budaya batik sebagai “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi” (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) dari Indonesia. (www.tokopedia.com, 2019)

Ini menandakan bahwa budaya batik sudah sangat terkenal di mata dunia. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian pada tahun 2017 yang lalu, dikatakan bahwa capaian nilai ekspor batik dan produk batik sebesar USD 58,46  juta dengan negara tujuan utama meliputi Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. (www.kemenperin.go.id, 2018)

Dalam produk busana, banyak sekali produk busana buatan Indonesia yang tidak kalah berkualiatas jika disandingkan dengan produk busana dari luar negeri. Beberapa unggulan merek-merek produk busana buatan Indonesia antara lain; Itang Yunaz, Dian Pelangi, Kasha by Sjully Darsono, Devyros, Ekuator, dan lain-lain. 

Beberapa merek diatas dapat menjadi produk andalan yang dapat dipakai oleh para pelajar saat menjadi bagian dari agen diplomasi budaya di Arab Saudi juga sekaligus berfungsi memperkenalkan dan mempromosikan produk busana Indonesia.

Dalam produk teknologi, berbagai inovasi yang telah dihasilkan oleh para produsen dalam negeri juga tidak kalah berkualitas dan juga kekinian teknologinya yang cukup baik. Beberapa alat elektronik pun dihasilkan oleh merek buatan dari Indonesia, antaranya; Miyako, Maspion, Polytron, Advan, dan masih banyak lagi produk unggul lainnya. (Subyanto, W., 2018)

Dengan para pelajar menggunakan produk alat elektronik di luar negeri sudah sangat berkontribusi untuk memperluas pasar Indonesia di luar negeri. Dengan semangat nasionalisme yang tinggi juga rasa bangga tersendiri membuat produk dan kebudayaan Indonesia akan semakin dikenal luas oleh mata dunia.

Sudah tidak diragukan lagi, produk kuliner Indonesia sudah sangat dikenal luas oleh dunia dikarenakan cita rasa khas Indonesia yang ada di dalamnya. Berbagai hidangan Indonesia yang melimpah ruah bumbu dan resepnya dinikmati oleh para orang asing untuk menambah keinginan mereka mengenal budaya Indonesia makin jauh khususnya dalam kuliner.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh laman Wisatabagus.com, menyebutkan banyak sekali produk kuliner khas Indonesia yang telah dikenal di mata dunia. Diantaranya nasi goreng di China, gado-gado di Italia, soto ayam di Jepang, dan masih banyak lagi. Berdasarkan hasil dari penyeleksian yang ketat, rendang di masukkan ke dalam daftar 50 makanan terlezat di dunia versi CNN Internasioanl pada tahun 2011. (Akbar, E., 2019)

Berbagai usaha yang wajib dilakukan oleh para pelajar Indonesia yang berada di luar negeri adalah ikut andil menjadi agen diplomasi budaya dengan tujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia sebagai modal untuk kemajuan negara Indonesia itu sendiri dan juga ikut bersaing di pasar dunia yang kian melaju dengan sangat cepat.

Hal tersebut diatas menurut saya adalah beberapa cara ampuh dan efektif sebagai pelajar untuk mempromosikan dan mengenalkan budaya negara Indonesia lewat program-program yang diadakan oleh sekolah. 

Di Indonesia, banyak sekali potensi-potensi yang dimiliki dalam bidang sumber daya alam, sumber daya manusia, juga keanekaragam budaya yang sangat banyak dan beragam sekali. Oleh sebab itu negara Indonesia memiliki potensi yang sangat kuat untuk ikut bersaing dengan negara lain dalam hal ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain. Budaya sendiri menjadi sebuah modal yang sangat penting bagi Indonesia untuk menjadi negara yang maju karena keunggulannya yang luar biasa.

Sebagai pelajar Indonesia yang berada di luar negeri, kita patut berbangga karena memiliki negara yang sangat beranekaragam bentuk budayanya. Oleh sebab itu, sebagai agen diplomasi budaya para pelajar wajib melestarikan budaya Indonesia juga terus mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia lebih luas di negara asing khususnya di Arab Saudi. (MAM)



Sosial, Budaya, dan Olahraga PPMI Arab Saudi
Kolaborasi – Dedikasi – Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: